Rabu, 14 Desember 2011

MELAKUKAN ANALISIS PEMBELAJARAN


 PERTEMUAN KE-3

A. Pengertian Analisis Pembelajaran

Analisis pembelajaran merupakan proses penjabaran prilaku umum menuju ke prilaku khusus yang tersusun secara logis dan sisitematis. Dengan tersusunnya gambaran prilaku khusus dari yang paling awal hingga akhir.
Menurut Dick and Carey analisis pembelajaran adalah seperangkat prosedur yang bisa diterapkan dalam suatu tujuan pembelajaran menghasilkan identifikasi   langkah-langkah yang relevan bagi penyelenggara suatu tujuan dan kemampuan-kemampuan subordinat yang dibutuhkan oleh mahasiswa untuk mencapai tujuan.
B. Langkah-langkah melakukan analisis pembelajaran.
1. Menuliskan prilaku umum yang ditulis dalam TPU untuk mata pelajaran yang sedang dikembangkan.
2. Menuliskan setiap prilaku khusus yang merupakan bagian dari prilaku umum. Jumlah prilaku khusus untuk setiap prilaku umum berkisar antara 5-10 buah, bila sangat dibutuhkan dapat ditambah.
3. Membuat prilaku khusus kedalam daftar urutan yang logis dari prilaku umum. Prilaku khusus yang terdekat hubungannya dengan prilaku umum diteruskan mundur sampai prilaku yang sangat jauh dari prilaku umum.
4. Menambahkan prilaku khusus atau kalau perlu dikurangi
5. Setiap prilaku khusus ditulis dalam lembar kartu/ kertas ukuran 3x5 cm.
6. Kemudian kartu disusun dengan menempatkannya dalam struktur hirarkhis prosedural, atau dikelompokkan menurut kedudukan masing-masing terhadap kartu lain.
7. Bila perlu ditambah dengan prilaku khusus lain atau dikurangi sesuai kedudukan masing-masing.
8. Letak prilaku digambarkan dalam bentuk kotak-kotak di atas kertas lebar sesuai dengan letak kartu yang telah disusun. Hubungkan kotak-kotak yang telah digambar dengan garis-garis vertikal dan horisontal untuk menyatakan hirarkhikal, prosedural dan pengelompokkan.
9.Meneliti kemungkinan hubungan prilaku umum yang satu dengan yang lain atau prilaku khusus yang berada di bawah prilaku umum yang berbeda.
10.Mengkonsultasikan bagan yang telah dibuat dengan teman sejawat untuk mendapatkan masukan antara lain tentang:
a. Lengkap-tidaknya prilaku khusus sebagai penjabaran dari setiap prilaku umum.
b. Logis-tidaknya urutan prilaku-prilaku khusus menuju prilaku umum.
c.Struktur hubungan prilaku-prilaku khusus tersebut. (herarkhikal prosedural, pengelompokan atau kombinasi).
Dari bahasan di atas dapat dipahami bahwa seorang pendidika yang profesional sudah seharusnya paham akan tuntutan profesi baik secara administrasi, akademis, praktik, lebih penting lagi masalah bagaimana mendesain sebuah pembelajaran yang harmoni yaitu mendesain content atau materi pembelajaran yang aktual dan relevan dengan tuntutan atau kebutuhan life skill siswa dan sesuai zamanyya, mendesain learning objective sesuai dengan kebutuhan siswa dan tingkat kesulitannya, fururistik/kedepan tidak menjadikan siswa ketinggalan zaman dengan komunitasnya. Kesemuanya terencana berdasarkan apa yang mesti ada dan dihadirkan sesuai dengan kondisi siswa secara klasikal, regional ataupun nasional walaupun dengan ’setting’ local.
Hal itu dimungkinkan bila minimal sebagai pendidik paham betul akan siswa dan keinginan secara individual maupun klasikal di desain secara proporsional.

DAFTAR BACAAN
Atwi Suparman, Desain Instructional, Proyek pengembangan Universitas Terbuka Ditjen Dikti Departemen Pendidikan Nasional, 2001.
Dick, Walter and Carey Lou, The Systematic Design of instruction 3rd Ed, Includes Bibliographical References, USA, Walter Dick and Lou Carey 1990.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar